• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Kekayaan Alam Kalbar Melimpah, Tapi Siapa Yang Menikmati? BEM Nusantara Desak Manfaat Nyata Untuk Rakyat!

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-10-24T10:46:04Z

     


    ‎
    ‎GNTV INDONESIA SAMBAS KALBAR || Kalimantan Barat dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, sebuah pertanyaan mendasar patut terus disuarakan: seberapa besar kekayaan alam tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga yang hidup di sekitar wilayah pengelolaannya?
    ‎
    ‎Pertanyaan inilah yang mengemuka dalam kegiatan Pelantikan dan Konsolidasi Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Kalimantan Barat di Aula BKPSDMAD Kabupaten Sambas, Sabtu (24/10/2026).
    ‎
    ‎Mengusung tema “Menguatkan Konsoliditas, Menyatukan Gagasan, Membangun Gerakan Mahasiswa Kalimantan Barat yang Progresif”, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pelantikan organisasi. Forum ini juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali gerakan mahasiswa agar lebih berani mengangkat persoalan rakyat dan mengawal arah pembangunan daerah.
    ‎
    ‎BANGKIT DARI KEVAKUMAN, MAHASISWA DIMINTA HADIR MEMBAWA PERUBAHAN
    ‎
    ‎Dalam sambutannya, Haris dari BEM Nusantara Kalimantan Barat mengakui bahwa organisasi tersebut sempat mengalami kevakuman. Kini, konsolidasi kembali dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus menyatukan gagasan dan menentukan arah perjuangan mahasiswa ke depan.
    ‎
    ‎Kebangkitan organisasi mahasiswa tentu bukan hanya soal terbentuknya kepengurusan baru. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana gerakan tersebut mampu hadir di tengah persoalan masyarakat, menyuarakan kepentingan publik, dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
    ‎
    ‎Mahasiswa tidak cukup hanya bersuara di forum. Gagasan harus diterjemahkan menjadi kajian, rekomendasi, pengawasan, dan gerakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
    ‎
    ‎SUMBER DAYA ALAM MELIMPAH, KESEJAHTERAAN RAKYAT HARUS JADI UKURAN
    ‎
    ‎Haris menyoroti kekayaan sumber daya alam Kalimantan Barat yang dinilainya harus memberikan manfaat lebih besar dan adil bagi masyarakat daerah.
    ‎
    ‎Menurutnya, forum konsolidasi ini diharapkan mampu menghimpun berbagai pemikiran kritis untuk melahirkan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten dan kota maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
    ‎
    ‎Persoalan ini menyentuh inti pembangunan daerah. Kekayaan alam tidak semestinya hanya dibicarakan dari besarnya potensi ekonomi atau aktivitas pengelolaannya. Publik juga berhak mempertanyakan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, kesempatan kerja, pembangunan infrastruktur, kualitas lingkungan, serta masa depan generasi berikutnya.
    ‎
    ‎Jangan sampai daerah kaya sumber daya alam, tetapi masyarakatnya masih harus berjuang keras untuk mendapatkan kesejahteraan yang layak.
    ‎
    ‎Pertanyaan tersebut bukanlah tuduhan terhadap pihak tertentu, melainkan persoalan kepentingan publik yang membutuhkan data, kajian, keterbukaan, dan evaluasi kebijakan secara objektif.
    ‎
    ‎Bagi BEM Nusantara Kalimantan Barat, konsolidasi mahasiswa diharapkan menjadi langkah awal untuk mengumpulkan persoalan di lapangan dan menyusunnya menjadi agenda perjuangan yang terarah.
    ‎
    ‎KESBANGPOL SAMBAS DORONG MAHASISWA PERKUAT KAJIAN DAN ADVOKASI
    ‎
    ‎Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sambas, Edy, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan terhadap peran mahasiswa dalam mengangkat berbagai persoalan daerah.
    ‎
    ‎Ia mendorong mahasiswa agar mencermati posisi daerah dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk berbagai persoalan kebijakan yang membutuhkan perhatian dan perjuangan bersama pemerintah daerah.
    ‎
    ‎Edy juga menekankan pentingnya kajian sebagai dasar untuk menyampaikan masukan. Persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, menurutnya, dapat diadvokasi bersama dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat di daerah.
    ‎
    ‎Dukungan tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah. Namun, dialog yang baik perlu diikuti dengan keterbukaan terhadap kritik, kesediaan mengevaluasi kebijakan, serta tindak lanjut terhadap rekomendasi yang disusun berdasarkan fakta.
    ‎
    ‎BUKAN HANYA KEKAYAAN ALAM, LINGKUNGAN JUGA HARUS DIJAGA
    ‎
    ‎Selain persoalan sumber daya alam, kondisi lingkungan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
    ‎
    ‎Dalam sambutannya, Edy menyinggung kondisi udara yang terlihat redup dalam beberapa hari terakhir. Ia mempertanyakan apakah kondisi tersebut disebabkan cuaca mendung atau asap, tanpa memastikan penyebabnya.
    ‎
    ‎Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kualitas lingkungan dalam pembahasan pembangunan daerah.
    ‎
    ‎Sebab, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari aktivitas ekonomi semata. Kondisi lingkungan, kesehatan masyarakat, keberlanjutan sumber daya alam, dan keselamatan generasi mendatang juga harus menjadi pertimbangan utama.
    ‎
    ‎Karena itu, setiap persoalan lingkungan yang muncul perlu ditindaklanjuti melalui pemantauan dan pemeriksaan oleh pihak berwenang agar penyebabnya dapat diketahui secara objektif dan langkah penanganan dapat ditentukan berdasarkan fakta.
    ‎
    ‎KONSOLIDASI HARUS MELAHIRKAN GERAKAN, BUKAN SEKADAR SEREMONI
    ‎
    ‎Pelantikan dan konsolidasi BEM Nusantara Kalimantan Barat menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah.
    ‎
    ‎Akan tetapi, publik tentu menantikan lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Masyarakat membutuhkan gerakan mahasiswa yang mampu menyusun kajian berbasis data, menghimpun aspirasi warga, mengawasi pelaksanaan kebijakan, serta menyampaikan rekomendasi yang jelas kepada pemerintah.
    ‎
    ‎Di tengah besarnya potensi sumber daya alam Kalimantan Barat, pertanyaan mengenai pemerataan manfaat, kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan lingkungan harus terus ditempatkan dalam agenda pembangunan.
    ‎
    ‎Kekayaan alam bukan hanya soal apa yang dimiliki daerah, tetapi juga tentang siapa yang memperoleh manfaat, bagaimana manfaat itu dibagikan, dan apakah masyarakat benar-benar merasakan hasilnya.
    ‎
    ‎Kini, tantangan BEM Nusantara Kalimantan Barat adalah membuktikan bahwa konsolidasi bukan sekadar menyatukan organisasi, melainkan juga menyatukan keberanian, gagasan, dan kerja nyata untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
    ‎
    ‎Sebab, ukuran keberhasilan gerakan mahasiswa bukan semata-mata seberapa keras suara yang disampaikan, tetapi seberapa kuat argumentasi yang dibangun dan seberapa nyata perubahan yang diperjuangkan.
    ‎
    ‎Jurnalis: Revie Achary
    ‎GNTV INDONESIA ®
    ‎
    ‎


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +