GNTV INDONESIA, SEKADAU || Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau Yodi, menyayangkan pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sekadau yang menyebut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar langka dengan alasan teknis berkaitan dengan perjanjian kerjasama dengan salah satu SPBU di Sekadau.
Pernyataan tersebut dinilai tidak masuk akal dan berimbas pada terabaikannya pelayanan terhadap masyarakat, sehingga saat ini tumpukan sampah terlihat di sepanjang Kota Sekadau.
"Pernyataan Plt Kadis LH yang mengatakan solar langka dengan alasan teknis perjanjian kerjasama dengan SPBU itu sangat saya sayangkan. Ini alasan yang mengada-ada dan merusak nama Pemda Sekadau," tegas Yodi saat dikonfirmasi, selasa (20/10/2026).
Menurut Yodi, alasan kelangkaan solar tersebut tidak berdasar. Pasalnya, berdasarkan pengecekan di lapangan, ketersediaan BBM jenis solar di SPBU-SPBU yang ada di Sekadau, khususnya jenis Pertamina Dex, selalu tersedia.
"Sepengetahuan saya, anggaran BBM untuk Dinas LH dalam menangani sampah sudah kita anggarkan sampai Januari 2027, bahkan melewati tahun ini. Dan saya sudah cek sendiri di SPBU yang ada di Sekadau, ketersediaan BBM jenis solar yaitu Pertamina Dex tersedia selalu," ungkapnya.
Yodi menilai, persoalan teknis seperti itu seharusnya bisa diterjemahkan dengan baik oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jika tidak mampu mengatasi hal teknis yang kecil, maka akan menjadi tolak ukur buruknya kinerja OPD tersebut.
"Ini yang menurut saya merusak nama Pemda Sekadau dan menjadi tolak ukur kinerja OPD. Bahkan membuat kepala daerah malu. Hal-hal teknis seperti ini saja susah OPD menerjemahkan, yang malu kan Bupati sebagai kepala daerah," sesalnya.
Ia menegaskan, pelayanan kebersihan adalah pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Ketika sampah menumpuk di sepanjang kota karena alasan BBM, maka yang dipertaruhkan adalah wajah pemerintah daerah.
Yodi meminta Bupati Sekadau untuk mengevaluasi kinerja Plt Kadis LH dan segera mengambil langkah cepat agar persoalan sampah di Kota Sekadau segera teratasi.
"Jangan sampai masyarakat yang jadi korban karena alasan teknis yang tidak jelas. Segera atasi sampah yang menumpuk itu," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt Kadis LH Kabupaten Sekadau belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut.
Jurnalis/Publis: Rudi Hartono

