• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Legend People Dhan’s: Ketika Para Legenda Era 80-An Kembali Duduk Satu Meja

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-09-05T10:48:59Z


    ‎PONTIANAK //GNTV INDONESIA //

    ‎Waktu memang tidak pernah bisa diputar kembali. Tetapi kenangan, rupanya tidak pernah mengenal kata mati.

    ‎Itulah yang tergambar ketika sejumlah sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Dhan’s era 1980-an kembali berkumpul di salah satu kafe di Jalan Jawa, kawasan Urai Bawadi, Pontianak.

    ‎( Sabtu 5/9/2026 )

    ‎Yardi, Yosep, Iyan Batam, Bagero, I'ie, Adhie dan Bakung dan sejumlah nama lainnya kembali duduk bersama. Bukan untuk mengejar popularitas, bukan pula untuk mengulang kejayaan masa lalu.


    ‎Mereka hanya ingin mengenang.

    ‎Mengenang masa ketika usia masih muda, tenaga masih kuat, persahabatan terasa begitu sederhana, dan nama Dhan’s memiliki cerita tersendiri bagi mereka yang pernah berada di dalam lingkarannya.

    ‎Pertemuan itu bahkan terjadi secara tidak direncanakan.

    ‎Melalui pesan WhatsApp kepada awak media GNTV INDONESIA, Yosep menuturkan bahwa mereka sebelumnya baru saja mengantarkan sahabat mereka, Bg Heri, ke pemakaman Muslim.

    ‎Dalam perjalanan pulang, langkah mereka kemudian membawa kepada sebuah pertemuan sederhana di salah satu kafe di Jalan Jawa atau Urai Bawadi.

    ‎Dari secangkir minuman dan percakapan ringan, pintu masa lalu seolah kembali terbuka.

    ‎"Kami habis mengantar sahabat kami Bg Heri ke pemakaman Muslim. Dalam perjalanan pulang dari pemakaman, kami tanpa terasa berkumpul di salah satu kafe di Jalan Jawa atau Urai Bawadi," ujar Yosep.

    ‎Obrolan pun berubah menjadi perjalanan panjang menembus waktu.

    ‎Satu nama mengingat nama lainnya. Satu cerita memancing cerita berikutnya. Masa lalu yang puluhan tahun tersimpan dalam ingatan kembali dibicarakan.

    ‎"Kami bercerita masa lalu yang tak pernah terlupakan. Tak terasa kami sudah menua semua. Beda dengan era Dhan’s tahun 80-an," kata Yosep.


    ‎DULU MUDA, SEKARANG MENUA — TAPI CERITA TAK PERNAH TUA

    ‎Ada ironi yang terasa dalam pertemuan tersebut.

    ‎Dulu mereka berkumpul dengan wajah muda dan energi yang seolah tidak pernah habis.

    ‎Kini mereka berkumpul dengan rambut yang mungkin mulai memutih, tubuh yang tidak lagi sekuat dahulu, dan usia yang telah membawa mereka melewati begitu banyak perjalanan hidup.

    ‎Namun ketika cerita tentang masa lalu dimulai, usia seakan berhenti sejenak.

    ‎Tawa kembali terdengar.

    ‎Nama-nama lama kembali disebut.

    ‎Kenangan lama kembali hidup.

    ‎Mereka sadar, kejayaan masa muda tidak mungkin dikembalikan. Tetapi mereka juga sadar bahwa ada sesuatu yang jauh lebih mahal daripada sekadar kejayaan.

    ‎Persahabatan.

    ‎Sebab pada akhirnya, manusia boleh kehilangan masa muda, kehilangan tenaga, bahkan kehilangan banyak hal yang pernah dimiliki.

    ‎Tetapi selama masih ada orang-orang yang mengingat perjalanan bersama, sejarah kecil itu tidak pernah benar-benar hilang.

    ‎Pertemuan para Legend People Dhan’s tersebut menjadi pengingat bahwa setiap zaman memiliki ceritanya sendiri.


    ‎Era 80-an telah berlalu.

    ‎Tetapi bagi mereka yang pernah menjalaninya, Dhan’s tetap menjadi bagian dari sebuah masa yang tidak mungkin dihapus oleh waktu.

    ‎Dan mungkin, itulah arti sebenarnya dari sebuah legenda:

    ‎Bukan karena masih berada di puncak, tetapi karena setelah puluhan tahun berlalu, namanya masih mampu membuat orang-orang lama duduk bersama dan tersenyum mengenang masa lalu.

    ‎Jurnalis Revie Achary 

    ‎Editor Hendra E SH.

    ‎GNTV INDONESIA

    ‎Pontianak ® Kalimantan Barat

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +