• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Revie achary: tulisan jurnalis adalah tinta emas, tanpa wartawan dunia gelap gulita.

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-09-08T14:03:51Z

     


    SAMBAS | GNTV INDONESIA | KALBAR — Pers bukan sekadar pekerjaan mencari dan menulis berita. Di tengah derasnya arus informasi, pers memiliki posisi penting sebagai kontrol sosial, penyampai fakta dan penjaga ruang demokrasi.


    Hal tersebut disampaikan Revie Achary, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Sambas, menanggapi pentingnya kebebasan pers sekaligus profesionalitas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.


    > “Tulisan jurnalis adalah tinta emas. Tanpa wartawan, dunia akan gelap gulita. Karena melalui tulisan, fakta dapat dibuka, suara masyarakat dapat disampaikan dan berbagai persoalan publik dapat diketahui,” tegas Revie.




    Menurutnya, wartawan memang memiliki fungsi melakukan pengawasan terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Namun, pengawasan tersebut harus dilakukan berdasarkan fakta, data, konfirmasi dan kode etik jurnalistik, bukan berdasarkan tekanan, kepentingan pribadi ataupun keberpihakan.


    Revie menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan maupun dugaan penyimpangan bukan berarti permusuhan terhadap pemerintah.


    > “Pers mengawasi, bukan menghakimi. Pers mengungkap, bukan mengada-ada. Kalau ada dugaan pelanggaran, bongkar berdasarkan fakta dan bukti, kemudian berikan ruang hak jawab kepada pihak yang diberitakan,” ujarnya.


    Ia juga mengingatkan seluruh insan pers agar tidak takut menjalankan fungsi jurnalistik selama bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.



    KONTROL SOSIAL JANGAN DIBUNGKAM


    Revie menilai keberadaan pers yang independen justru menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.


    Dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kemerdekaan pers dijamin dan pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan serta kontrol sosial.


    Karena itu, menurut Revie, apabila fungsi kontrol sosial dilemahkan atau wartawan dibungkam ketika mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik, maka masyarakat berpotensi kehilangan salah satu saluran penting untuk memperoleh informasi.


    > “Kebebasan pers bukan berarti wartawan bebas menulis tanpa aturan. Tetapi jangan pula kebebasan pers dianggap sebagai ancaman. Kritik bukan kejahatan dan investigasi bukan permusuhan,” katanya.



    REVIE: WARTAWAN HARUS TAJAM, TAPI TETAP BERIMBANG


    Revie mengajak wartawan, khususnya jurnalis media online, untuk meningkatkan kualitas pemberitaan dengan mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, independensi dan verifikasi.


    Menurutnya, pers yang kuat bukan pers yang paling keras suaranya, melainkan pers yang mampu mempertanggungjawabkan setiap kalimat yang ditulis.


    > “Tajam dalam pengawasan, berimbang dalam pemberitaan, tegas terhadap dugaan korupsi, tetapi tetap patuh terhadap kode etik jurnalistik. Itulah pers yang kita inginkan,” tegasnya.


    Ia berharap masyarakat juga memahami bahwa wartawan bukan aparat penegak hukum. Tugas wartawan adalah mencari, memperoleh, mengolah dan menyampaikan informasi kepada publik, sementara penentuan seseorang bersalah atau tidak merupakan kewenangan proses hukum.


    “Tinta wartawan boleh tajam, tetapi harus tetap berdasarkan kebenaran. Sebab satu tulisan dapat membuka mata ribuan bahkan jutaan orang. Itulah mengapa saya menyebut tulisan jurnalis sebagai tinta emas,” pungkas Revie Achary.


    Jurnalis : Hendra E., SH.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +