GNTV INDONESIA, ENDE || Ikatan Mahasiswa Pelajar Manggarai (Imapelma-Ende) kembali menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor). Tahun ini, MPAB mengangkat tema “Mewujudkan Kader Imapelma yang Taqwa, Militan, dan Humanis Menuju Era 5.0,” sebuah tema yang mencerminkan komitmen organisasi untuk membentuk generasi muda Manggarai yang kuat secara intelektual, humanis secara sosial, dan teguh secara spiritual .
Kegiatan ini dihadiri oleh Penasihat Imapelma-Ende, Dr. Dra. Imaculata Fathima Pampe, M.M.A, para senior, alumni, dan anggota aktif. Kehadiran mereka menjadi dorongan moral bagi para calon anggota baru yang sedang memasuki proses kaderisasi awal.
Dalam laporan kepanitiaan, Ketua Panitia Melkior Nguru (Melki) menyampaikan bahwa MPAB bukan sekadar kegiatan administratif penerimaan anggota baru, tetapi sebuah panggilan moral untuk membentuk kembali karakter mahasiswa di tengah tantangan Era Society 5.0. Ia menyoroti realitas generasi muda masa kini yang kerap terjebak dalam arus hedonisme, gaya hidup konsumtif, dan lemahnya idealisme. Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernitas tidak selalu membawa dampak positif apabila tidak diimbangi nilai moral dan spiritual yang kuat
Melki menegaskan bahwa Imapelma hadir sebagai ruang pembinaan karakter bagi mahasiswa Manggarai di tanah rantau. Berakar pada nilai budaya “Muku Ca Pu’u, Neka Woleng Curup; Teu Ca Ambo, Neka Woleng Lako,” Imapelma berkomitmen membentuk kader yang satu hati, satu tujuan, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
“Kader Imapelma harus taqwa, militan, dan humanis. Di era 5.0, kecerdasan digital tidak cukup tanpa kecerdasan moral dan spiritual,” tegas Melki dalam laporannya.
Ia juga menegaskan bahwa MPAB adalah fondasi awal yang disiapkan secara serius oleh panitia, tidak hanya untuk mengenalkan organisasi, tetapi juga untuk membentuk kapasitas intelektual, wawasan kebangsaan, serta kemampuan adaptasi kader di tengah perubahan zaman
Dalam Ketua Imapelma-Ende Periode 2025/2026, Wihelmus Mario (Mario), dalam sambutannya menyambut hangat para calon anggota baru dan menegaskan bahwa Imapelma adalah rumah pembinaan serta ruang belajar yang tidak sekadar berbasis pertemanan, tetapi juga perjuangan.
Ia menekankan bahwa MPAB adalah pintu masuk untuk memahami sejarah organisasi, nilai dasar, dan arah gerakan Imapelma di tengah isu-isu sosial daerah Manggarai maupun isu kebangsaan. Mario menambahkan bahwa kaderisasi Imapelma selalu bertujuan membentuk anggota yang memiliki kesadaran sosial serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
Penasihat Imapelma-Ende, Dr. Dra. Imaculata Fathima Pampe, M.M.A, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan kegiatan secara matang. Ia mengingatkan bahwa MPAB hanyalah langkah awal dan masih ada proses lanjutan seperti Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) yang akan memperkuat kapasitas kepemimpinan dan nilai perjuangan kader Imapelma.
Ia menekankan pentingnya literasi digital, etika akademik, dan integritas karakter dalam menghadapi tantangan Era Society 5.0. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi pribadi yang berani, berintelektual, dan tetap berakar pada nilai budaya Manggarai yang menjunjung tinggi persaudaraan dan martabat manusia.
Rangkaian MPAB: Materi, Dinamika, dan Pembinaan Karakter Kegiatan MPAB berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025, di Aula FKIP Uniflor . Para peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan seperti sejarah Imapelma, AD/ART, teknik memimpin rapat, surat-menyurat, public speaking, strategi organisasi merespons isu lokal, serta manajemen diri dalam menghadapi tantangan era 5.0.
Selain materi, para peserta mengikuti dinamika kelompok, kegiatan kerohanian, dan simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk membangun solidaritas dan mentalitas kader. MPAB tahun ini diikuti sekitar 10 calon anggota dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Ende
Kegiatan MPAB Imapelma-Ende tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri mahasiswa Manggarai sebagai generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing tinggi. Dengan berlandaskan nilai ketakwaan, militansi, dan humanisme, Imapelma berharap para calon anggota baru dapat melanjutkan estafet perjuangan organisasi demi pembangunan daerah Manggarai dan bangsa Indonesia.
Penulis : Virgilius Duek & Vinsensius Jeradu
Jurnalis: Maksi Rambak


