GNTV INDONESIA, SAMBAS || Ketua DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Sambas, Sunardi, menyoroti melemahnya peran kontrol media dalam mengawasi pembangunan dan kebijakan publik di daerah.
Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di Kabupaten Sambas.
Sunardi menegaskan bahwa media semestinya berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi yang mampu menjalankan peran pengawasan, kritik konstruktif, serta penyampai aspirasi rakyat. Namun, belakangan ini fungsi tersebut dinilai tidak berjalan optimal.
“Lemahnya kontrol media menyebabkan kemunduran di Kabupaten Sambas. Banyak persoalan publik yang tidak diekspos, tidak dikritisi, dan tidak ditindaklanjuti. Akibatnya, berbagai masalah terus berulang tanpa ada solusi konkret,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah persoalan seperti pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dugaan penyimpangan anggaran, hingga masalah sosial di tingkat masyarakat sering kali luput dari pemberitaan yang mendalam. Kondisi ini, menurut Sunardi, membuat ruang publik kehilangan pengawasan yang objektif dan transparan.
Di sisi lain, Sunardi mendorong seluruh jurnalis dan lembaga media di Kabupaten Sambas untuk lebih berani, independen, serta memegang teguh kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas. Media, katanya, harus kembali memainkan peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
“Ketika media lemah, maka suara masyarakat juga ikut melemah. Kita butuh media yang kritis dan berintegritas untuk mengawal pembangunan Sambas agar tetap berjalan pada jalur yang benar,” tegasnya.
Sunardi berharap, ke depan, kolaborasi antara masyarakat sipil, aktivis, dan media dapat diperkuat agar setiap kebijakan pemerintahan daerah diawasi secara transparan. Menurutnya, hanya dengan pengawasan publik yang kuat, Sambas dapat kembali bergerak maju dan terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan ," Tegasnya.
Jurnalis : Revie

