GNTV INDONESIA, SAMBAS || Penyaluran bantuan sosial (bansos) dipastikan diwarnai dengan dua kabar besar kalau penerima seperti PKH BPNT dan BLT kepada puluhan ribu keluarga penerima Manfaat ( KPM ) khususnya di kab Sambas. ( Kamis.14 Nopember 2025 )
Ketua LAKSRI Kalimantan Barat, Revie Achary sampaikan ke awak media ini , penyaluran tiga jenis bansos seperti PKH BPNT dan BLT
Khususnya untuk puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di desa desa dan kecamatan di kab Sambas .
Dipastikan fenomena dua (2) pilihan ini , bertahan berat apabila si penerima diwajibkan memasang Striker PENERIMA BANSOS didepan rumahnya dan akan ada pengunduran diri massal dari sejumlah penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di kab Sambas ini ," Tegas ketua LAKSRI.
Revie tegas sampaikan saat di wawancarai di salah satu tokoh kopi terminal Sambas , Revie pastikan Peristiwa ini sangat menarik perhatian publik karena berkaitan dengan pemasangan stiker penerima bantuan di rumah-rumah KPM PKH dan BPNT ramai ramai Mengundurkan diri ," ucapnya.
Revie singgung kalau ini setiap desa menerapkan pemasangan Striker Penerima Bansos akan terjadi puluhan Keluarga Penerima Manfaat di sejumlah desa memilih mundur dari daftar penerima bansos , Mereka menyatakan bahwa secara ekonomi sudah lebih baik dan merasa tidak lagi pantas menerima bantuan dari pemerintah," Unggahnya.
Diakhir wawancara Revie sampaikan ini semua atas kajian maupun investigasi Tim LAKSRI di hampir seluruh desa di kab Sambas , Fakta yang ditemukan banyak bahasa dangan satu ucapan Kami yang pantas ( miskin ) tidak menerima Bansos sedangkan tetangga kami lebih atau berkecukupan ( kaya ) bisa dapat terus menerus ," terang Revie.
Striker penerima Bansos bertuliskan Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial sangat diharapkan sebagai bentuk kesadaran sosial bagi mereka yang benar benar berhak bukan mereka yang sudah berkecukupan dan yang sudah mandiri secara finansial dalam kehidupan," tutup Revie .
Jurnalis : Tim GNTV


