• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Setelah Terganggu Kabut Asap Karhutla, Penerbangan Bandara Singkawang Dijadwalkan Normal Kembali 1 Oktober

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-09-30T13:52:46Z

     


    GNTV INDONESIA SINGKAWANG KALBAR || Kabar baik bagi masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara di Kota Singkawang. Operasional penerbangan di Bandara Singkawang dijadwalkan kembali dibuka mulai 1 Oktober 2026, setelah sebelumnya terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


    Pembukaan kembali penerbangan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi visibility atau jarak pandang di kawasan bandara yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan telah memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.


    Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Eko Susanto, mengatakan kondisi jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan operasional penerbangan.


    “Berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi BMKG Singkawang, beberapa hari ini visibility atau jarak pandang di bandara memenuhi syarat, yakni di atas 5.000 meter. Kondisi ini dimungkinkan bertahan untuk beberapa waktu ke depan,” kata Eko, Senin (28/9/2026).


    Rekomendasi kondisi cuaca dan visibility tersebut menjadi dasar bagi maskapai TransNusa dan Super Air Jet untuk mempersiapkan kembali penerbangan dari dan menuju Singkawang.


    Meski kondisi visibility mulai memenuhi standar, penerbangan perdana setelah penghentian sementara baru dijadwalkan pada 1 Oktober 2026.


    Eko menjelaskan, pembukaan penerbangan tidak langsung dilakukan lebih cepat karena tingkat keterisian penumpang masih rendah setelah sebelumnya terjadi sejumlah pembatalan penerbangan akibat kondisi kabut asap.


    “Akibat beberapa cancel yang terjadi beberapa hari lalu, keterisian di hari-hari ini memang sangat sedikit. Menurut maskapai, agar lebih efektif, tanggal 1 Oktober diharapkan keterisiannya sudah meningkat sehingga mereka bisa beroperasional,” ujarnya.


    Namun, dibukanya kembali penerbangan bukan berarti faktor cuaca dan kabut asap tidak lagi menjadi perhatian. Kondisi visibility tetap akan dipantau secara berkala sebelum dan selama operasional penerbangan berlangsung.


    Pemkot Singkawang bersama pihak terkait akan terus melakukan evaluasi berdasarkan prakiraan cuaca serta laporan visibility dari BMKG.


    “Kita harapkan kondisi cuaca dan asap stabil serta memenuhi standar keselamatan, sehingga tanggal 1 Oktober tidak ada halangan dan operasional bandara bisa berlangsung dengan baik,” kata Eko.


    Ia berharap kondisi udara terus membaik sehingga aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang dapat kembali berjalan secara stabil setelah sebelumnya terdampak karhutla.


    “Kita akan lakukan evaluasi terus berdasarkan prakiraan cuaca dan kondisi visibility yang disampaikan BMKG. Kita harapkan untuk tanggal 1 dan seterusnya bisa stabil dengan kondisi yang baik,” pungkasnya.


    Dengan demikian, 1 Oktober 2026 menjadi momentum yang ditunggu masyarakat pengguna jasa penerbangan Singkawang. Namun, keberlanjutan operasional tetap bergantung pada kondisi cuaca, kualitas udara, dan visibility yang memenuhi standar keselamatan penerbangan.


    JURNALIS HENDRA E SH 

    SUMBER MC SINGKAWANG 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +