• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Proyek Ruas Jalan Nanga Taman–Nanga Mahap Jadi Sorotan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-09-17T08:04:20Z

    GNTV INDONESIA, SEKADAU || Proyek peningkatan ruas Jalan Nanga Taman–Nanga Mahap di Kabupaten Sekadau kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Pembangunan infrastruktur senilai Rp 14.810.998.000,- dari APBD Provinsi Kalimantan Barat yang dikerjakan oleh CV. Mega Jaya Bersama (Nomor Kontrak: 620/06/SP/TMN-MHP/PUPR-B/2025) diduga kuat bermasalah pada sektor kualitas. Mulai dari beton drainase yang retak, penggunaan material timbunan yang dinilai menyimpang dari Bill of Quantities (BOQ), hingga temuan fatal di lapangan berupa dinding luar saluran drainase yang sengaja tidak ditimbun kembali (backfilling).



    Temuan Lapangan: Mengapa Saluran Drainase Dinding Luar Tidak Ditimbun?


    Berdasarkan investigasi dan pantauan langsung di lokasi proyek, ditemukan kejanggalan pada item pekerjaan drainase di mana dinding luar struktur saluran dibiarkan kosong menganga tanpa pengurukan tanah kembali.


    Kelalaian atau kesengajaan tidak melakukan penimbunan sisi luar drainase ini memicu dugaan adanya upaya pemangkasan volume kerja (curi volume) demi menekan biaya operasional pihak pelaksana. Secara teknis, ketiadaan timbunan tanah kembali ini berdampak fatal bagi daya tahan infrastruktur:


    Risiko Pengikisan Tanah (Erosi): Rongga kosong di luar dinding saluran membuat air permukaan dan air hujan langsung masuk ke celah tersebut. Kondisi ini mempercepat pengikisan tanah penyangga di bawah maupun di samping badan jalan.


    Struktur Saluran Tidak Stabil: Tanpa adanya tekanan kompresi penyeimbang dari tanah timbunan yang padat, dinding drainase menjadi rawan bergeser, retak, bahkan roboh akibat dorongan air atau beban kendaraan dari atas.


    Potensi Jalan Amblas: Jika tanah di sekitar pondasi lateral jalan terus terkikis akibat rongga yang dibiarkan, pondasi jalan akan melemah dan berisiko memicu amblasnya lapisan aspal yang baru dibangun.


    Menjadi Urat Nadi Perekonomian Warga



    Ruas jalan ini merupakan infrastruktur krusial yang berfungsi sebagai urat nadi transportasi dan penghubung utama bagi mobilitas masyarakat. Berdasarkan dokumen kontrak, cakupan pekerjaan proyek ini meliputi:


    Pekerjaan Drainase

    Pekerjaan Tanah dan Geosintetik

    Pekerjaan Perkerasan Berbutir

    Pekerjaan Perkerasan Beraspal

    Pekerjaan Struktur dan Pekerjaan Harian


    Tujuan utama dari pengalokasian dana belasan miliar ini adalah untuk menghadirkan akses jalan yang mantap dan berkualitas. Fasilitas ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat dari wilayah pedalaman menuju pusat kabupaten.


    Tujuan utama dari pengalokasian dana belasan miliar ini adalah untuk menghadirkan akses jalan yang mantap dan berkualitas. Fasilitas ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperkuat perputaran ekonomi masyarakat dari wilayah pedalaman menuju pusat kabupaten.


    Keluhan dan Harapan Masyarakat


    Mengingat besarnya anggaran yang digunakan, masyarakat meminta pihak pengawas dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan. Warga berharap asas manfaat dari proyek ini bisa bertahan dalam jangka panjang, bukan justru cepat rusak akibat pengerjaan yang asal-asalan.


    "Kami dari masyarakat tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya cukup berharap agar pihak pelaksana proyek ini benar-benar mengutamakan mutu dan kualitas pekerjaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya saat dimintai tanggapan.


    Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berusaha melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana (CV. Mega Jaya Bersama) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi fisik serta pembiaran saluran drainase tanpa timbunan tersebut.


    Redaksi media GNTV INDONESIA masih berupaya melakukan komfirmasi dan  membuka ruang seluas luasnya untuk memberikan hak jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku


    Tim Media

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +