GNTV INDONESIA
Singkawang, Kalbar - Pondok Pesantren Nurusshibyan mengadakan kegiatan Haflatul Ikhtibar yang ke-17 di halaman Pondok Putra dengan rangkaian kegiatan perlombaan antar Santriwan dan santriwati. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 1-8 Februari 2026 dengan puncak acara pada tanggal 9 Februari 2026.
Pondok Pesantren Nurusshibyan di bawah asuhan KH Muhammad Syahruddin, Kyai Ahmad Busyro Lana, dan Kyai Achmad Taufiqurrahman putra dari Almarhum Kyai Jupri yang merupakan pendiri dari pondok pesantren tersebut. Kegiatan Hiflatul Ikhtibar ini merupakan rutinitas tahunan pondok pesantren Nurusshibyan yang beralamat di Jalan Pramuka Gang Santri Kelurahan Bukit Batu Kecamatan Singkawang Tengah.
Rangkaian kegiatan Hiflatul Ikhtibar meliputi perlombaan antar Santriwan dan santriwati, diantaranya lomba rohani, pelepasan Guru Tugas, pembagian hadiah lomba, dan Wisuda Kitab Imrithi, Safinah, Jurumiyah, Arbain Nawawi, dan Amsilatut Tasrif. Penceramah yang menyampaikan maudzoh hasanah adalah Masyayikh dari Pondok Pesantren Al-Anwar Maimoen Zubair Sarang RembangJawa Tengah, KH. Abdullah Uban bersama kedua putranya KH. Rojih Ubab Maimoen.
Tampak ribuan jema'ah memadati halaman Pondok Pesantren Putra Nurusshibyan, mulai dari Santriwan, santriwati, wali santri, simpatisan, pejabat pemerintah dari eksekutif dan legislatif, TNI, dan juga dari Polri. KH. Abdullah Ubab Maimoen Zubair dalam maudzoh hasanahnya menekankan peranan penting pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berkompetensi dan memiliki nilai-nilai akhlaq yang berbeda dari pendidikan formal.
"Santri adalah panutan umat, menjawab tantangan zaman yang berkembang pada arah modernisasi. Di pondok pesantren, dididik untuk menghormati dan memuliakan guru tidak hanya pada saat di kelas ataupun di ruang lingkup pondok pesantren, tetapi para santri dididik untuk mencintai dan takjim kepada gurunya walaupun sudah selesai mondok dan berada di luaran sana," ujar KH Abdullah Ubab Maimoen Zubair.
Selanjutnya, putra KH Abdullah Ubab Maimoen Zubair, KH. Rojih Ubab Maimoen, menekankan pentingnya bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. "Belajarlah yang tekun, rajin, dan jangan memikirkan apa yang menjadi maunya Allah. Jangan mikir setelah mondok ini akan menjadi apa, belajar saja sungguh-sungguh setelah itu terserah maunya Allah," nasehat KH. Rojih Ubab Maimoen.
Di penghujung acara, diumumkan Wisudawan wisudawati, Santriwan santriwati Tauladan, bintang pelajar, dan juga santri terbaik hafalan. Piagam dan hadiah diserahkan langsung oleh KH Rojih Ubab Maimoen dan Kyai Achmad Busyro Lana yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Al Anwar KH Mbah Maimoen Zubair Sarang Rembang Jawa Tengah.
Kegiatan Haflatul Ikhtibar di pondok pesantren menjelang kenaikan kelas dan kelulusan santri ini juga merupakan rutinitas tahunan pondok pesantren Nurusshibyan yang beralamat di Jalan Pramuka Gang Santri Kelurahan Bukit Batu Kecamatan Singkawang Tengah. Masyarakat sekitar pondok pesantren dan juga para pedagang tampak antusias dan memadati sepanjang jalan menuju pondok, hal ini juga meningkatkan ekonomi dan penghasilan bagi warga sekitar dan juga para pedagang.
Jurnalis ~ Ferry S ( L 4 Y )

