• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Satgas PKH dan Pihak Terkait Segera Cek Aduan Dugaan Dampak Limbah PT MPL

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-09-02T16:42:14Z

     











    GNTV INDONESIA, SWKADAU ||  Warga Nanga Gonis, Desa Merapi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, meminta Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung atas aduan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Nanga Gonis yang diduga berkaitan dengan aktivitas perusahaan kelapa sawit PT Makmur Prima Lestari (MPL),Rabu (2/9/2026).


    Berdasarkan pantauan di lokasi, air sungai terlihat berwarna gelap kehitaman. Sejumlah ikan ditemukan mati dan sebagian di antaranya telah membusuk.


    Sungai Nanga Gonis diketahui terhubung hingga ke Sungai Kapuas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena aliran sungai selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan dan menjadi lokasi mencari ikan.


    Warga juga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, sebagian warga terpaksa membeli air galon dengan harga sekitar Rp12 ribu hingga Rp15 ribu.


    “Kami minta pihak berwenang, dalam hal ini pemerintah, bisa menelusuri dan menindak tegas sumber yang melakukan pencemaran,” 

    kata warga, Leo Indra, saat ditemui di lokasi.


    Menurut Leo, masyarakat selama ini masih memanfaatkan sungai untuk sejumlah kebutuhan sehari-hari serta mencari ikan. 


    Kekhawatiran warga semakin meningkat karena sejumlah masyarakat mengaku mengalami keluhan pada kulit setelah beraktivitas di sekitar aliran sungai.


    Sari Santika (13), pelajar kelas II SMP, mengaku mengalami gatal-gatal hingga kulitnya terkupas. Ia mengatakan telah menjalani pengobatan, namun keluhan tersebut masih dirasakan.


    “Kulit saya gatal-gatal dan terkupas. Sudah berobat tapi masih gatal,” ujar Sari.


    Keluhan serupa disampaikan Sadiah. Ia mengatakan anaknya mengalami gatal-gatal pada bagian badan dan tangan sejak sekitar satu hingga dua bulan terakhir.


    “Kami mandi memang di Sungai Kapuas, tapi terhubung juga Sungai Nanga Gonis yang di hulu diduga tercemar limbah,” katanya.


    Warga meminta Satgas PKH, pemerintah daerah, serta instansi berwenang tidak hanya menerima laporan, tetapi segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi. 


    Warga juga berharap dilakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium terhadap air sungai untuk mengetahui penyebab perubahan warna air serta memastikan apakah terdapat kandungan pencemar.


    Warga berharap apabila hasil pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran, pihak berwenang dapat mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


    Namun, penyebab pasti perubahan warna air, kematian ikan, maupun keluhan kesehatan yang dialami warga hingga kini masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan uji laboratorium oleh instansi yang berwenang.


    Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan serta memenuhi prinsip 5W+1H dan hak jawab, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PT Makmur Prima Lestari (MPL) terkait aduan warga mengenai kondisi Sungai Nanga Gonis dan dugaan keterkaitannya dengan aktivitas perusahaan.


    Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MPL belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi atas upaya konfirmasi yang dilakukan media ini.


    Media ini tetap membuka ruang bagi PT MPL maupun pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi, penjelasan, dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.


    Jurnalis / Publis : Rudi Hartono

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +