• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Operasi Patuh 2026 Dimulai 8 Juni Fokus Digital, Pelat Nomor Dicopot hingga Disamarkan Jadi Sasaran Utama ‎

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-05-26T08:56:22Z

    GNTV INDONESIA, JAKARTA || Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri secara resmi akan menggelar Operasi Patuh 2026 pada tanggal 8 hingga 21 Juni mendatang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penegakan hukum tahun ini mengusung tema "Transformasi Digitalisasi Penegakan Hukum dalam Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum dalam Berlalu Lintas", dengan mengandalkan sistem teknologi canggih.

    ‎Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, menyampaikan arahan tersebut dalam apel pagi di Lapangan NTMC Korlantas, Senin (25/5/2026). Ia menegaskan bahwa operasi kali ini lebih memprioritaskan penggunaan alat elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam menjaring pelanggaran.

    ‎"Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal," tegas Aries.

    ‎Karena berbasis kamera dan sistem pembacaan otomatis, fokus utama penindakan diarahkan pada segala bentuk pelanggaran yang menghambat atau menggagalkan kerja sistem ETLE. Berikut daftar sasaran utamanya:

    ‎- Pelat nomor dicopot atau tidak dipasang - Pelat nomor ditutup sebagian atau dimodifikasi bentuknya

    ‎- Pelat nomor disamarkan pakai stiker, cat, atau cara lain

    ‎- Pengendara melawan arus lalu lintas

    ‎Selain penindakan elektronik, petugas di lapangan tetap akan menindak langsung pelanggaran seperti melawan arus menggunakan tilang konvensional.

    ‎Dalam penerapannya, komposisi penindakan dibagi menjadi tiga bagian:

    ‎🔹 60 persen menggunakan ETLE / tilang elektronik

    ‎🔹 30 persen menggunakan tilang manual konvensional

    ‎🔹 10 persen berupa teguran simpatik dan pendekatan edukasi

    ‎Aries menjelaskan, porsi teguran simpatik sengaja dibatasi agar sasaran utama operasi—meningkatkan kepatuhan dan ketertiban—tetap terjaga lewat penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis. Operasi ini nantinya dilaksanakan secara mandiri di setiap wilayah dengan penyesuaian karakteristik pelanggaran setempat.

    ‎Tujuan besarnya tak lain adalah membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas, sekaligus mempercepat transformasi layanan kepolisian yang modern dan terintegrasi.

    Jurnalis/Publis: ‎( Revie )

    ‎Sumber: Kompas TV

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +