GNTV Indonesia Singkawang Kalbar// 9 -Januari -2026 ~ Masyarakat Cinta Damai yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, suku, agama, dan organisasi, melakukan pengaduan ke Polres Singkawang pada Jumat, 9 Januari 2026. Mereka melaporkan beberapa postingan di media sosial yang dianggap provokatif dan berpotensi memecah belah masyarakat Singkawang.
Menurut Koorlap Masyarakat Cinta Damai, Dedi Mulyadi, postingan tersebut meresahkan dan dapat menimbulkan konflik horizontal antara masyarakat. "Tujuan kedatangan kami kesini mengantarkan aduan masyarakat terkait postingan-postingan yang terkesan tendensius dan pembunuhan karakter terhadap Walikota dari beberapa akun di media sosial," ujar Dedi.
Dedi menambahkan "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk melakukan kajian-kajian hukum mengenai ini, supaya tidak terjadi konflik horizontal di antara masyarakat, karena situasi akhir-akhir ini telah terjadi polarisasi akibat postingan-postingan yang diduga mengandung unsur provokatif, intervensi hukum dan hoaks" ucap Dedi.
Salah satu peserta yang ikut di Mapolres Singkawang, Dido Sanjaya, menambahkan bahwa warga kota Singkawang cinta damai dan menginginkan kota Singkawang tetap kondusif. "Sangat disayangkan adanya berita melalui postingan bernarasi fitnah, berbau provokasi, dan berita hoaks, mengakibatkan terpecah belah dan polemik di masyarakat," ungkap Dido.
Wakapolres Singkawang, Kompol Riko Syahputra, menerima pengaduan tersebut dan mengapresiasi kepedulian masyarakat Singkawang dalam menjaga kondusifitas kota. "Kami pada intinya mengapresiasi rasa kepedulian masyarakat kota Singkawang untuk bersama-sama menjaga kondusifitas kota Singkawang yang kita banggakan," ujar Wakapolres.
Pihak kepolisian akan menindaklanjuti pengaduan tersebut dan mengawal ketertiban dan keamanan kota Singkawang. "Adapun mengenai ijin menggelar Aksi Damai yang akan dilakukan oleh Aksi Masyarakat Peduli Singkawang, yang mana waktu dan tanggalnya bersamaan dengan Aksi Demonstrasi yang akan dilakukan pihak LBH. Bhakti Nusa, maka kita mengedepankan surat mana yang telah masuk terlebih dahulu, tanpa mengesampingkan teman rekan sekalian yang waktunya bertepatan," tambah Wakapolres.
Dedi Mulyadi dalam jumpa persnya menyampaikan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk menyikapi perkembangan keadaan kota Singkawang belakangan ini. "Mulai muncul titik-titik kisruh oleh oknum-oknum dan kelompok yang mengatasnamakan masyarakat kota Singkawang, beredar luas di media sosial, kami memandang ini sebagai sebuah potensi yang dapat mengacau dan meresahkan keharmonisan dan kondusifitas kota Singkawang," ujar Dedi.
Dedi juga menyatakan bahwa tidak ada kebencian kepada oknum atau kelompok tertentu, semua demi menjaga keadaan kondusif, dan meminta pihak kepolisian untuk mengkaji atas narasi-narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. "Sikap kita ini juga untuk mendukung kepemimpinan kepala daerah kota Singkawang, dalam hal ini Tjhai Chui Mie dan Muhammadin dapat melaksanakan tugas dengan baik tanpa merasa dirongrong oleh permasalahan yang belum tentu benar adanya," jelas Dedi.
Dedi Mulyadi mengakhiri jumpa pers dengan menekankan bahwa independensi penegak hukum harus dijaga, dan tidak boleh ada intervensi atau pemaksaan kehendak dari pihak manapun.
Karena independensi penegak hukum itu di jamin dalam UU. No.48 Tahun 2009.
Dan keberadaan kita hari ini juga berdasar Undang-Undang, tutup Dedi di hadapan belasan Awak Media.
GNTV ~ L 4 Y
Editor Hen

