GNTV INDONESIA, SAMBAS || Kisah tentang seorang Damkar bernama Jamiat yang tidak bisa bicara (tuna wicara/bisu) menjadi petugas pemadam kebakaran kabupaten Sambas menjadi kisah inspiratif, menyoroti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi dedikasi untuk menyelamatkan nyawa dari panasnya kobaran api ( Senin 26/01/2026 )
Kisah Jamiat sosok pemuda lajang yang sering keberadaanya di sekitar terminal Sambas dan 200 meter radius dari Markas DAMKAR kota Sambas
Walaupun Jamiat berdasarkan kisah nyata dan prinsip inklusivitasnya dalam profesi sebagai anggota pemadam kebakaran kota Sambas .
Jamiat berdedikasi di Luar Keterbatasan dalam hidupnya , Seorang anggota petugas pemadam kebakaran dengan disabilitas (termasuk bisu atau tuli) tetap bisa menunjukkan keberanian dan kemampuan fisik yang tinggi, mematahkan stigma bahwa profesi ini hanya untuk orang dengan fisik sempurna.
Jamiat yang Komunikasi Non-Verbal , Dalam situasi darurat yang bising, komunikasi verbal seringkali sulit didengar. Petugas bisu/tuli seringkali memaksimalkan komunikasi isyarat, isyarat visual, sentuhan, atau teknologi pendukung untuk berkoordinasi dengan tim Damkarnya .
Jamiat pemuda lajang yang sangat dikenal di wilayah pasar Sambas , Meskipun Jamiat memiliki keterbatasan dalam komunikasi verbal, sebagai anggota petugas Damkar seringkali Jamiat hadir dalam operasional di lapangan membantu penanganan alat-alat, penyelamatan, atau teknik pemadaman di lokasi kebakaran.
Kisah Jamiat Inspiratif seorang figur seperti ini, jika di dunia nyata, sering kali menjadi simbol kekuatan, kegigihan, dan memotivasi orang lain untuk tidak menyerah pada keterbatasan fisik. Inklusivitas dalam Profesinya.
Jamiat pemuda lajang yang menekuni Profesi pemadam kebakaran, yang dikenal menuntut kekuatan fisik dan keberanian, semakin terbuka bagi penyandang disabilitas , Jamiat secara umum, petugas damkar disabilitas tunawicara atau tunarungu dapat berfokus pada peran yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti pengecekan alat, bantuan di luar lokasi kebakaran (pemadaman luar), atau evakuasi.
Kisah Jamiat mirip Matt Gilmore, seorang petugas damkar tuna rungu di negara Amerika Serikat yang berhasil mencapai impiannya menjadi pemadam kebakaran untuk negaranya.
Jamiat petugas damkar tuna rungu kota Sambas umumnya peminat Warung kopi terminal Sambas menjulukinya Pahlawan Api atau Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Jamiat secara individu pemberani yang mempertaruhkan nyawa untuk memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan serta mencegah bahaya api. Jamiat bekerja 24 jam dengan dedikasi tinggi, seringkali di bawah tekanan ekstrem dan kondisi berbahaya.
Jamiat anggota Damkar kota Sambas dengan semboyanya Pantang Pulang Sebelum Api Padam dan bertulisan di bajunya " BPK KOTA SAMBAS "
Jurnalis : Revie

