• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Sunardi Ingatkan Turyadi Baca UU Pers No 40 Tahun 1999

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2025-11-17T12:30:42Z

    GNTV INDONESIA, SAMBAS ||Menanggapi kritik yang disampaikan Turyadi, perlu ditegaskan bahwa pernyataan Ketua DPC SBMI Sambas, Sunardi, mengenai melemahnya peran kontrol media tidak dimaksudkan untuk “memojokkan” insan pers. Kritik tersebut merupakan bentuk pengawasan sosial yang wajar, terlebih ketika media memiliki fungsi strategis dalam memastikan transparansi kebijakan publik—fungsi yang justru dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


    Justru keliru apabila setiap kritik kepada media dianggap sebagai upaya merendahkan profesi kewartawanan. Media memang memiliki payung hukum, namun bukan berarti kebal terhadap evaluasi. Kinerja semua pihak dalam ruang publik—pemerintah, organisasi masyarakat, dan termasuk media—tetap patut dikritisi apabila terjadi ketimpangan dalam menjalankan fungsinya.


    Tuduhan bahwa Ketua SBMI "tidak fokus mengurusi organisasi" juga tidak berdasar. Isu melemahnya kontrol media berkaitan langsung dengan persoalan pekerja migran, karena pemberitaan yang tidak objektif atau tidak konsisten dapat berdampak pada perlindungan PMI, termasuk potensi maraknya migran nonprosedural. Karena itu, wajar bila SBMI menyampaikan evaluasi terhadap ekosistem komunikasi publik yang berhubungan dengan isu buruh migran.


    Pernyataan bahwa kemajuan daerah adalah tanggung jawab bersama justru menguatkan argumentasi Sunardi. Bila semua pihak memikul peran bersama, maka media pun tidak terkecuali. Kritik kepada media bukan berarti menyalahkan sepenuhnya, tetapi mengajak meningkatkan profesionalisme agar sejalan dengan amanat UU Pers.


    Adapun pertanyaan mengenai “motivasi” Sunardi tidak relevan, sebab kritik berbasis fakta dan pengamatan tidak seharusnya dibalas dengan serangan yang bersifat personal. Frasa seperti “tong kosong nyaring bunyinya” hanya memperlemah substansi argumentasi karena lebih mengarah pada penghakiman karakter daripada menjawab isu yang sedang dibahas.


    Justru yang paling penting adalah mengembalikan diskusi pada substansi, Bagaimana semua pihakpemerintah, organisasi masyarakat, dan media—dapat menjalankan perannya secara lebih bertanggung jawab demi perlindungan pekerja migran dan kemajuan Kabupaten Sambas." Tutup Sunardi.


    Jurnalis : Revie

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +