• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Asap Makin Mengganggu, Disdikbud Singkawang Alihkan Pembelajaran ke Daring Mulai 24 Agustus 2026

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-08-23T07:43:54Z

     



    SINGKAWANG // GNTV INDONESIA // KALBAR — Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah antisipatif menyikapi kondisi udara yang semakin memburuk akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


    Mulai Senin, 24 Agustus 2026, proses pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di Kota Singkawang dialihkan menjadi pembelajaran secara daring dari rumah sampai kondisi udara kembali membaik dan dinyatakan aman atau sehat bagi warga sekolah.




    Kebijakan tersebut disampaikan melalui pemberitahuan kepada seluruh kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, SMP, PKBM dan lembaga kursus.


    Dalam pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa keputusan diambil sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi penanggulangan bencana daerah pada 22 Agustus 2026 serta mempertimbangkan kondisi udara yang semakin memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan.


    Kadisdikbud: Kesehatan Warga Sekolah Jadi Prioritas

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kebijakan pembelajaran daring merupakan langkah perlindungan terhadap peserta didik dan warga sekolah.

    “Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi penanggulangan bencana daerah tanggal 22 Agustus 2026 yang dipimpin oleh Ibu Wali Kota dan memperhatikan kondisi udara yang semakin memburuk yang akan berdampak mengganggu kesehatan warga sekolah,” ujar Asmadi.

    Ia menegaskan, mulai 24 Agustus 2026, pembelajaran di Kota Singkawang dilaksanakan secara daring dari rumah hingga kondisi cuaca dan kualitas udara kembali membaik.

    “Oleh sebab itu, mulai terhitung tanggal 24 Agustus, Senin besok, proses pembelajaran di Kota Singkawang dilaksanakan secara daring di rumah sampai batas waktu kondisi cuaca atau udara membaik dan dikatakan kategori sehat untuk warga sekolah,” tegasnya.

     

    Bukan Meliburkan Proses Belajar

    Dalam pemberitahuan tersebut, pembelajaran daring bukan berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan. Guru tetap melaksanakan proses pembelajaran dengan memberikan materi dan pendampingan kepada peserta didik melalui sistem daring.


    Guru juga diminta mengoptimalkan pembelajaran daring dengan menyesuaikan jam efektif dan muatan materi pembelajaran. Peserta didik diarahkan mengikuti pembelajaran dari rumah.


    Sementara itu, kepala sekolah, guru dan seluruh tenaga kependidikan tetap masuk seperti biasa di sekolah, sebagaimana tercantum dalam pemberitahuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.


    Sekolah Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    Selain mengalihkan pembelajaran, sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekolah dan sekitarnya.


    Beberapa langkah yang ditekankan antara lain tidak membakar sampah sembarangan di lingkungan sekolah, mempersiapkan cadangan air, serta mempertimbangkan pembuatan sumur bor atau parit di lingkungan sekolah yang lahannya memungkinkan.


    Warga sekolah juga diimbau memperhatikan kesehatan dan menggunakan masker ketika keluar rumah maupun keluar kantor.


    Kondisi Udara Jadi Pertimbangan Utama

    Langkah Singkawang tersebut sejalan dengan perhatian sejumlah pemerintah daerah di Kalimantan Barat terhadap dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan. Di Pontianak, misalnya, pemerintah kota juga kembali menerapkan pembelajaran daring mulai 24 Agustus 2026 karena kualitas udara belum membaik akibat kabut asap karhutla.


    BMKG sendiri menyediakan pemantauan kualitas udara berbasis konsentrasi PM2.5, yaitu partikulat berukuran hingga 2,5 mikrometer yang menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas udara. BMKG menetapkan kategori kualitas udara ekstrem antara lain tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya.


    Sementara itu, prakiraan BMKG untuk Kota Singkawang pada periode 23–24 Agustus masih menunjukkan kondisi udara kabur di sejumlah kecamatan, sementara Singkawang Timur juga tercatat mengalami kondisi kabut/asap dalam prakiraan sebelumnya.


    Dengan kebijakan pembelajaran daring tersebut, Pemkot Singkawang menempatkan kesehatan dan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas, sementara proses pendidikan tetap berjalan dari rumah sampai kondisi udara dinilai kembali aman untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.


    JURNALIS Hendra E SH 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +