GNTV INDONESIA SINGKAWANG, KALBAR // Singkawang bersiap menghadapi satu siang yang berbeda. Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, dentuman drum dan derap langkah ribuan peserta akan menggema di sejumlah ruas jalan pusat kota dalam Karnaval Rakyat Gotong Royong memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 25 tim Drum Band/Marching Band dari jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA se-Kota Singkawang dipastikan ikut ambil bagian. Kehadiran puluhan tim pelajar tersebut diprediksi menjadi salah satu pusat perhatian dalam parade yang mengusung semangat persatuan, kebersamaan dan gotong royong.
Bukan sekadar parade musik, 25 tim itu akan membawa kekuatan visual melalui formasi barisan, keseragaman gerakan dan atraksi yang membutuhkan disiplin tinggi.
Ketua Umum PDBI Kota Singkawang, Nila Lestiawati, S.Pd., M.M., mengatakan koordinasi dengan sejumlah sekolah telah dilakukan untuk memastikan kesiapan peserta.
Menurutnya, Drum Band dan Marching Band menjadi media yang efektif untuk membentuk karakter pelajar.
“Anak-anak belajar disiplin, kekompakan, tanggung jawab dan kerja sama. Semangat itu sejalan dengan nilai gotong royong,” ujarnya.
Bukan Sekadar Dentuman Drum
Di balik setiap ketukan drum terdapat proses latihan, kedisiplinan dan kerja keras.
Para pemain harus mampu mengikuti komando, menjaga tempo, mempertahankan formasi serta bergerak secara serempak. Tidak ada ruang bagi ego pribadi ketika seluruh anggota harus bergerak sebagai satu kesatuan.
Karena itu, keterlibatan 25 tim dalam karnaval dinilai menjadi gambaran konkret bagaimana generasi muda belajar membangun kebersamaan.
Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan prestasi dan karya.
Start Lapangan Tarakan, Bergerak ke Jantung Kota
Karnaval dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dari Jalan R.A. Kartini, kawasan Lapangan Tarakan.
Rombongan kemudian bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan pusat Kota Singkawang sebelum berakhir di Mess Daerah, Jalan Merdeka.
Untuk rute berjalan kaki, jarak yang dipublikasikan mencapai sekitar 4,2 kilometer. Sedangkan rute kendaraan memiliki jarak sekitar 4,6 kilometer.
Jalur tersebut melewati sejumlah kawasan strategis, termasuk Jalan R.A. Kartini, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kalimantan, Jalan Setia Budi, Jalan Sejahtera, kawasan Jalan Pangeran Diponegoro hingga menuju Jalan Merdeka.
Dengan jumlah peserta yang besar dan potensi membludaknya penonton, kondisi di lapangan diperkirakan jauh lebih dinamis dibandingkan estimasi waktu tempuh normal.
25 Tim, Satu Panggung Besar
Karnaval akan menjadi panggung terbuka bagi para pelajar Singkawang untuk menunjukkan hasil latihan mereka kepada masyarakat.
Derap langkah yang seragam, formasi yang rapi dan musik yang dimainkan secara bersamaan akan menjadi tontonan yang diperkirakan menarik perhatian warga di sepanjang jalur.
Bagi peserta, setiap kesalahan dapat memengaruhi keseluruhan formasi. Sebaliknya, kekompakan menjadi kekuatan utama.
Inilah pesan yang ingin dibawa melalui Drum Band dan Marching Band: tidak ada keberhasilan tanpa disiplin, tidak ada kekompakan tanpa kerja sama.
Generasi Muda Jangan Hanya Jadi Penonton Sejarah
Nila menilai generasi muda harus ditempatkan sebagai pelaku dalam mengisi kemerdekaan, bukan hanya sebagai penonton.
Perjuangan generasi saat ini tidak lagi berada di medan perang. Tantangannya adalah bagaimana pendidikan, kreativitas, prestasi dan persatuan dapat menjadi kekuatan untuk membawa bangsa terus maju.
Karena itu, keterlibatan pelajar dalam karnaval menjadi bagian dari pembelajaran sosial dan kebangsaan.
Mereka tidak hanya tampil membawa alat musik, tetapi juga membawa pesan bahwa kemerdekaan harus dirawat melalui karya dan kebersamaan.
Singkawang Bersiap Tumpah Ruah
Karnaval Rakyat Gotong Royong diproyeksikan menjadi salah satu momentum besar perayaan HUT ke-81 RI di Kota Singkawang.
Masyarakat diperkirakan akan memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan parade. Antusiasme warga diharapkan tetap dibarengi dengan kesadaran menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan.
PDBI Kota Singkawang juga mengajak seluruh peserta menjaga kekompakan sejak garis start hingga garis akhir.
Sabtu, 22 Agustus 2026, pusat Kota Singkawang bakal bergemuruh.
25 tim Drum Band/Marching Band turun ke jalan. Dentuman drum menjadi suara kemerdekaan, derap langkah menjadi simbol persatuan, dan barisan para pelajar menjadi wajah generasi muda yang siap mengisi kemerdekaan dengan karya.
JURNALIS HENDRA E SH



