• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Gawat!! Diduga Ilegal, Sindikat Penjual Jaringan Internet Starlink Marak Di Wilayah Deli Serdang, Aparat Penegak Hukum Diminta Untuk Lakukan Penindakan.

    REDAKSI
    Dibaca: ... Last Updated 2026-05-04T04:54:04Z

     

    Ilustrasi Ruko yang dijadikan markas wifi ilegal

    GNTV INDONESIA, DELI SERDANG - Modus penjualan Wifi jadi Wifi rumahan kini marak di Kabupaten Deliserdang, penjualan Wifi yang diduga ilegal ini menjalankan usahanya dengan cara memberikan penawaran murah. 


    Setelah Starlink resmi masuk Indonesia dan Indosat HiFi Air gencar, banyak oknum manfaatkan buat "RT/RW Net Ilegal". Modus lebih canggih dari Indihome, karena nggak perlu tarik kabel jauh.





    Seperti temuan tim wartawan kali ini di Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang. Banyak ditemui kabel jaringan telekomunikasi dengan cara menumpangkan kabel ke tiang tiang listrik yang ada. 


    Bebasnya pemasangan jaringan wifi ke masyarakat diduga tidak memiliki izin resmi dari pemerintah. Bebasnya praktek ilegal ini diduga ada keterlibatan perlindungan oknum aparat penegak hukum. 


    Dari informasi yang diketahui, ada beberapa modus para pelaku untuk melakukan penjualan wifi murah ke masyarakat seperti, 

    Beli 1 Kit Starlink, Harga kit Rp4,6 juta  ditambah langganan Rp750rb/bulan dan dipasang di 1 rumah ruko.  


    Ada juga modus sebar pakai PTP Wireless: Dari rumah induk, pasang antena Ubiquiti Litebeam/Rocket M5 di tower 12-15 meter. Tembak ke 10-30 rumah radius 2-3 km.  


    Pelanggan dikasih router, Router TP-Link Rp150rb. Bayar Rp150rb-Rp250rb/bulan untuk 10-20 Mbps.  


    Dari penjualan yang berhasil diketahui pelaku akan mendapatkan untung dengan cara, Modal Rp750rb/bulan, jual ke 20 rumah  masing masing Rp200rb = Rp4 juta/bulan.  


    Praktik penjualan wifi ini diketahui sudah menyebar di lokasi Medan Deliserdang,Percut Sei Tuan, Batang Kuis, Hamparan Perak, Pantai Labu. Daerah susah sinyal kabel & sering RTO.


    Modus Voucher Starlink, 1 Starlink ditambah Mikrotik, Setting hotspot sistem voucher.  

    Jual kode, Rp2rb/3 jam, Rp5rb/24 jam, Rp50rb/bulan. Tempel di warung-warung.  

    Ciri ciri SSID "Starlink Murah", login page minta kode voucher.  


    Maraknya praktik penjualan wifi yang diduga ilegal ini tentu sudah melanggar Ketentuan Starlink, Di ToS Starlink, paket Residensial dilarang dijual kembali. Hanya paket Business/Priority Rp1,1 juta yang boleh. dan apabila ada yang terbukti akan ada sanksi dibanned.  


    Langgar UU 36/1999, Tetap wajib izin IPP Kominfo kalau jual ke publik. Pelaku rata-rata tidak punya. Ancam 6 tahun penjara. 


    Perlu diketahui, ada beberapa Reiko pengguna Starlink, yaitu Starlink dibanned, Starlink rajin audit. Kalau ketahuan resale, kit langsung remote disable. 30 rumah mati semua.  


    FUP HiFi Air jebol, Jam 7 malam speed tinggal 1 Mbps karena kuota habis.  

    Data disadap, Admin Mikrotik bisa lihat semua trafik http. Rawan m-banking.  Kena Pidana: UU Telekomunikasi. Pengguna bisa jadi saksi, pemilik kit bisa tersangka.



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +