• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Pabrik Pembuatan Springbed Di Sampali Kembali Digeruduk Oleh Mahasiswa Dan Warga, Menuntut Pemkab Deliserdang Untuk Segera Lakukan Penindakan

    REDAKSI
    Dibaca: ... Last Updated 2026-04-02T10:11:39Z
    Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara kembali menggruduk menuntut pihak perusahaan untuk memperlihatkan izin legalitas perusahaan, Pada Hari Kamis (2/04/2026) Dijalan Jatirejo Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Deliserdang, Dimana Perusahaan Pabrik pembuatan springbed


    GNTVINDONESIA, DELI SERDANG -Puluhan massa mahasiswa bersama warga, yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara kembali menggruduk menuntut pihak perusahaan untuk memperlihatkan izin legalitas perusahaan,  Pada Hari Kamis (2/04/2026) Dijalan Jatirejo Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Deliserdang, Dimana Perusahaan Pabrik pembuatan springbed tersebut diduga tidak mempunyai izin. 


    Aksi mahasiswa bersama warga yang untuk kedua kalinya ini buntut dari Aksi Sebelumnya pihak Perusahaan tidak berani menemui massa dan memenuhi tuntutan massa untuk meminta perusahaan memperlihatkan legalitas Perusahaan. 


    Dalam aksi sebelumnya juga, massa mahasiswa juga sudah meminta dan menyurati pihak Pemkab Kabupaten Deliserdang agar aktivitas Perusahaan Pabrik ditutup sementara sebelum pihak perusahaan dinyatakan memiliki izin lengkap. 


    Sempat terjadi ketegangan hingga kericuhan, dimana ada sekelompok orang yang diduga suruhan perusahaan mencoba menghalangi aksi Mahasiswa, ketegangan sempat terjadi hingga sempat memicu terjadinya saling pukul antara salah satu warga yang diduga suruhan perusahaan dengan orator Aksi. 


    Ketegangan bermula ketika salah satu pria mengaku warga sekitar mendatangi lokasi aksi, tanpa basa basi memarkirkan sepeda motornya ditengah jalan, ketegangan bermula ketika pria yang disuga preman suruhan perusahaan  tersebut menggerung gerung sepeda motor miliknya untuk memecah konsentrasi aksi. 


    Aksi sempat memanas dimana sekelompok orang yang diduga preman suruhan perusahaan mencoba melakukan propokasi dan melakukan pengusiran terhadap massa peserta aksi, dan informasi yang didapat dari sumber yang dipercaya, pihak perusahaan juga sudah menyiapkan puluhan keamanan bayaran yang siap berjaga jaga didalam Pabrik. 


    Dalam pantauan wartawan di lokasi, puluhan personil kepolisian, babinsa hingga beberapa perangkat Desa ikut berjaga, tapi pihak pemerintah kecamatan bahkan Kabupaten mulai dari trantib kecamatan Percut Seituan hingga Satpol PP, tidak satu pun terlihat berada di lokasi aksi. 



    Meski ketegangan sempat terjadi, aksi Mahasiswa tetap dilanjutkan, Rasyid selaku Koordinator aksi tetap menyuarakan tuntun tanya, Dalam orasinya Ia meminta pihak perusahaan mau menemui massa aksi dan memperlihatkan legalitas perusahaan, ia juga menyerukan bahwa pihak perusahaan juga tidak memperdayakan masyarakat sekitar sebagai pekerja. 


    Kepada Wartawan Rasyid mengatakan bahwa dalam aksinya kali ini tetap menuntut perusahaan untuk memperlihatkan legalitas perusahaan dimana pihak Forum Mahasiswa dan Masyarakat Sumatera Utara sudah menerima informasi dari Pemkab Deliserdang bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki izin. 


    Ia juga menegaskan, apabila aksi kali ini tidak mendapat tanggapan serius dari pihak perusahaan khususnya pihak Pemkab Deliserdang, ia berjanji akan melakukan aksi besar besaran ke kantor Bupati Deliserdang. 


    Massa aksi memutuskan membubarkan diri ketika perwakilan perusahaan menemui massa aksi, pihak perusahaan diketahui akan melakukan pertemuan dan berjanji menanggapi permintaan konfirmasi terhadap tuntutan massa. 


    Terpisah DPD MOSI melalui ketuanya Rudi Hutagaol yang saat itu ada di lokasi aksi menyampaikan akan tetap mengawal status perkembangan kasus izin perusahaan Kasur tersebut, Ia menambahkan bahwa DPD MOSI akan melayangkan surat RDP ke DPRD Deliserdang, agar perusahaan mendapatkan sanksi tegas apabila terbukti tidak memiliki izin.(Tim/Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +