GNTV INDONESIA Singkawang — Menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang mengambil langkah strategis dengan menerapkan sistem kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) bagi satuan pendidikan. Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang libur nasional dan cuti bersama.
Penerapan WFA dilaksanakan selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Maret 2026, sebagaimana tertuang dalam surat resmi Disdikbud yang telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, mulai dari PAUD, SD hingga SMP.
Kepala Disdikbud Singkawang, Asmadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan memberikan fleksibilitas kerja bagi tenaga pendidik dan kependidikan, tetapi juga memastikan pelayanan pendidikan tetap berjalan secara optimal.
“Momentum Idul Fitri merupakan waktu yang penting bagi ASN untuk berkumpul bersama keluarga. Namun demikian, tanggung jawab dalam memberikan layanan pendidikan harus tetap dijaga,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing kepala satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk mengatur sistem kerja tenaga pendidik secara proporsional. Hal ini dilakukan agar kegiatan pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik tidak mengalami gangguan.
Disdikbud juga menegaskan bahwa setelah masa WFA berakhir, seluruh kegiatan belajar mengajar akan kembali berjalan normal. Mulai Senin, 30 Maret 2026, proses pembelajaran di Kota Singkawang dilaksanakan secara tatap muka penuh.
Selain menjaga kesinambungan layanan pendidikan, Disdikbud turut mengingatkan satuan pendidikan untuk tetap fokus pada agenda penting, seperti persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), pengembangan potensi siswa, serta penguatan nilai keimanan dan ketakwaan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada siswa kelas akhir, khususnya kelas VI SD dan IX SMP, agar tetap mendapatkan bimbingan optimal dalam menghadapi tahapan evaluasi pendidikan yang akan datang.
Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Singkawang berharap keseimbangan antara pelayanan publik dan kebutuhan sosial masyarakat dapat terjaga dengan baik, tanpa mengurangi makna kebersamaan dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Pewarta Fery Sulaiman

