GNTV INDONESIA ~ Singkawang.,Kalbar ~ 19 Januari 2026 - Pemerintah Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi tindak lanjut persiapan pelaksanaan pekerjaan peningkatan perkuatan tebing Sungai Singkawang.
Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Singkawang, Jl. Firdaus, Kel. Pasiran, Kec. Singkawang Barat, Kota Singkawang, pada pukul 10.00 WIB.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Wali Kota Singkawang, Ibu Thjai Chui Mie, S.E., M.H., Ketua DPRD Kota Singkawang yang diwakili oleh Anggota DPRD, Sumberanto Tjitra, Dandim 1202/Skw yang diwakili oleh Danramil 1202-03/Skh, Kapten Inf Pendi Hutagalung, Kajari Singkawang yang diwakili oleh Plh. Kasi Intel, Bpk. Adi Rahmanto, S.H., M.H., Kapolres Singkawang yang diwakili oleh Waka Polsek Singkawang Barat, AKP Hermanto, Sekda Kota Singkawang, Ibu Hj. Ir. Dwi Yanti, S.T., M.T., Kepala OPD dan Kadis Pemkot Singkawang, Camat dan Lurah se Kota Singkawang, serta Babinsa Kel. Pasiran, Sertu Darmaji.
Rapat ini dimulai dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan doa, paparan Kadis PUPR Kota Singkawang, paparan Wali Kota Singkawang, dan diakhiri dengan penutup.
Dalam rapat ini, dibahas tentang langkah-langkah pencegahan longsor tebing di Singkawang yang sering terjadi di musim hujan. Agenda rapat meliputi evaluasi lapangan, alokasi peralatan, dan rencana evakuasi. Tujuan dari rapat ini adalah untuk melakukan sinkronisasi antara satuan TNI/POLRI dengan pemerintah daerah Singkawang dalam pemantauan tebing rawan longsor.
Rapat juga membahas tentang anggaran darurat dan penempatan personel untuk operasi bongkar tebing. Selain itu, integrasi data cuaca terkini juga menjadi fokus dalam rapat ini guna antisipasi banjir bandang di kawasan tebing Kota Singkawang.
Wali Kota Singkawang, Ibu Thjai Chui Mie, S.E., M.H., menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan satuan TNI/POLRI dalam menghadapi potensi bencana longsor dan banjir di Kota Singkawang. Beliau juga berharap agar langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
"Dalam rapat tadi,kita membahas terkait program kebijakan Pemerintah Kota Singkawang pada tahun 2026,tentang pemasangan Turap dan tebing sungai kota Singkawang,yang mana kita ketahui bersama akibat segmentasi dan juga pelanggaran - pelanggaran yang dilakukan oleh oknum masyarakat singkawang ini sudah menjadi tempat yang sudah tidak ramah lagi., Ujar Sumberanto Tjitra,saat sesi wawancara kepada awak media.
"Tidak ramah, baik dalam segi estetika, kebersihannya dan juga keamanannya rasa aman dari banjir,masyarakat menjadi was-was mengganggu fisikologinya., lanjut Sumberanto.
"Maka dari itu,kami dari DPRD mesti bersuara kepada Pemkot Singkawang yang tentu harus memiliki kebijakan program - program yang tepat sasaran yang mana secara teknis membenahi sebagaimana janji - janji politiknya,maka dari itu ini merupakan agenda yang tepat untuk membenahi permasalahan sungai Singkawang dan juga menertibkan pelanggaran - pelanggaran yang di lakukan oleh oknum warga.,imbuhnya.
Kita juga harus menghormati supremasi hukum,jangan ada lagi yang bergaya preman-premanan dan semaunya mendirikan bangunan - bangunan di bantaran dan tepian sungai,kita akan melakukan penertiban dan juga sangsi hukum kepada para pelaku,sungai singkawang juga tidak bersih dan tercemar sampah dan limbah rumah tangga,masih banyak warga menjadikan sungai sebagai Septic Tank ( pembuangan kotoran manusia).,Tutup Sumberanto.
Dengan adanya rapat ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana longsor dan banjir di Kota Singkawang. Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus meningkatkan keamanan dan keselamatan warga sekitar Sungai Singkawang.
~ L4Y

