Kalimantan Barat ,GNTV Indonesia
Permasalahan program MBG seperti nya tidak pernah sepi dari pemberitaan media massa,baik tingkat nasional ,provinsi dan kabupaten/kota. Sebuah program yang awal nya sangat menjanjikan tetapi sekarang menjadi perbincangan Negatif di masyarakat.
Lembaga Pengawasan Kebijakan pemerintah dan keadilan ( LP KPK ) propinsi Kalimantan Barat juga menyoroti beberapa kejadian yang terjadi, seperti permasalahan SOP dan ketentuan yang banyak terjadi pelanggaran yang di lakukan,baik oleh pihak SPPG nya maupun Pengelola Daour MBG. Cuma yang menjadi Heran adalah sangsi yang diberikan tidak sesuai dengan aturan yang sudah disepakati dari awal, banyak yang cuma di sangsi administrasi atau SP
Baru baru ini terjadi lagi makanan yang diduga “Basi “ yang di terima oleh salah satu sekolah Dasar di wilayah kelurahan Sedau , Singkawang Selatan Kota Singkawang ,untung Saja kepala sekolah,para Guru dan koordinator pembagian MBG mendeteksi awal makanan itu,sehingga tidak sempat di makan oleh para murid di SD Tersebut.awalnya kepala SPPG Bungkam, kemudian beberapa hari kemudian baru ada klarifikasi yang menyatakan makanan itu sempat dimakan oleh murid murid di SD tersebut,tetapi klarifikasi tersebut terbantahkan oleh kepala sekolah dan koordinator MBG sekolah tersebut ketika di wawancarai oleh GNTV Indonesia Rabu ( 17/06/2026 ) di Ruangan kepsek,yang mengatakan belum sempat di makan sama sekali.
Hendra SH sebagai Devisi Hukim di LP KPK Kalbar mengatakan, seharusnya atas kejadian seperti ini sangsi yang diberikan jangan Ringan ,kemudian yang mendapat kan sangsi bukan Hanya Kepala SPPG nya Korwil kabupaten/kota dan juga Provinsi seharusnya mendapatkan sangsi tegas juga, SP3 atau Pemberhentian karena akan ada efek jera,tapi yang terjadi cukup permohonan maaf ke sekolah dan ke publik sudah beres dan selesai.
Hal ini akan memicu terulang lagi peristiwa makanan “ Basi” ini.
Hendra juga menyampaikan ke GNTV Indonesia, atas perintah ketua LP KPK , akan menyurati KPPG di Balikpapan secara resmi untuk mendorong supaya di lakukan investigasi kelapangan, di Kalimantan Barat, karena banyak sekali kejanggalan yang terjadi di program MBG ini..
Jurnalis Oppey / tim Redaksi

