• Jelajahi

    Copyright © GLOBAL NEWS TV INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Adsense

    GNTV INDONESIA

    "www.globalnewstvindonesia.com"
    www.globalnewstvindonesia.com
    www.globalnewstvindonesia.com

    Iklan

    Logo

    Nopriyanto ; Junjung Tinggi Independensi Propesionalisme Wartawan Di Era Digital Di Hari Pers Sedunia 3 Mei 2026

    Pimred GNTV
    Dibaca: ... Last Updated 2026-05-02T15:03:44Z

     




    Gntv Indonesia,‎Sambas.Kalbar.

    ‎Peringatan Hari Pers Sedunia yang jatuh setiap 3 Mei kembali menjadi momentum reflektif bagi insan pers di seluruh dunia, termasuk di Kalimantan Barat, untuk meneguhkan komitmen dalam menjaga independensi, profesionalisme, serta peran strategis media dalam kehidupan demokrasi.

    ‎Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, pers dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Transformasi digital yang melahirkan berbagai platform media baru turut mengubah lanskap jurnalistik secara signifikan. Informasi kini dapat diakses dalam hitungan detik, namun di sisi lain juga membuka ruang luas bagi penyebaran hoaks, disinformasi, hingga manipulasi opini publik.

    ‎Dalam konteks ini, kebebasan pers menjadi isu yang semakin relevan. Kebebasan pers bukan hanya tentang hak untuk memberitakan, tetapi juga tentang jaminan bahwa jurnalis dapat bekerja tanpa tekanan, intimidasi, maupun intervensi dari pihak manapun. Di era digital, tantangan terhadap kebebasan pers tidak hanya datang dari kekuatan politik atau ekonomi, tetapi juga dari serangan di ruang siber, seperti doxing, perundungan daring, hingga upaya delegitimasi terhadap kerja-kerja jurnalistik.

    ‎Salah satu Jurnalis  Kabupaten Sambas yang sudah cukup dikenal Bung Nopriyanto tegaskan  bahwa peringatan Hari Pers Sedunia harus dimaknai sebagai penguatan kembali nilai-nilai dasar jurnalistik di tengah derasnya arus digitalisasi.

    ‎“Pers adalah pilar demokrasi. Di era digital saat ini, independensi menjadi semakin penting untuk dijaga. Informasi yang beredar begitu cepat, sehingga jurnalis harus tetap berpegang pada prinsip verifikasi, akurasi, dan keberimbangan,” ujarnya.

    ‎Ia menambahkan, kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab yang besar. Pers tidak boleh terjebak dalam kepentingan tertentu, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi kecepatan semata. Menurutnya, tantangan utama pers saat ini adalah menjaga kepercayaan publik di tengah banjir informasi yang tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya.

    ‎Lebih lanjut, Nopriyanto memperhatikan pentingnya literasi digital di kalangan masyarakat. Publik tidak lagi hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga berperan sebagai produsen melalui media sosial. Oleh karena itu, kesadaran untuk memilah dan memverifikasi informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas ruang publik.

    ‎“Di era digital, semua orang bisa menjadi ‘penyampai berita’. Namun, tidak semua memiliki tanggung jawab jurnalistik. Di sinilah peran pers profesional menjadi sangat penting sebagai rujukan informasi yang kredibel,” tambahnya.

    ‎Selain itu, dukungan terhadap kebebasan pers juga perlu datang dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas. Lingkungan yang kondusif bagi kerja jurnalistik akan mendorong lahirnya informasi yang sehat, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

    ‎Hari Pers Sedunia juga menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk menjaga kebebasan pers belum sepenuhnya usai. Masih terdapat berbagai tantangan, baik dalam bentuk regulasi yang berpotensi membatasi, tekanan terhadap jurnalis, hingga ancaman di ruang digital yang terus berkembang.

    ‎"Melalui momentum ini, diharapkan insan pers, khususnya di Kalimantan Barat, dapat terus memperkuat integritas, meningkatkan kualitas karya jurnalistik, serta tetap teguh dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Pers yang bebas dan independen akan selalu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan di tengah era digitalisasi yang terus bergerak maju," pungkas Nopriyanto. 

    ‎jurnalis : Revie 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +