GNTV INDONESIA, SINGKAWANG ||Kebijakan pemerintah kota Singkawang untuk melarang operasional odong-odong atau kereta kelinci di jalan raya telah menimbulkan kekecewaan dan keresahan di kalangan pelaku usaha. Mereka merasa bahwa kebijakan ini diambil sepihak tanpa solusi ekonomi yang instan bagi mereka.,Pada Kamis (05 Februari 2026).
Para pelaku usaha odong-odong telah mengeluarkan modal besar untuk memodifikasi kendaraan menjadi odong-odong. Mereka berharap dapat mengembalikan modal dan mendapatkan keuntungan dari usaha ini. Namun, dengan adanya larangan operasional odong-odong, harapan mereka kini mulai pudar.
"Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan sekarang. Kami telah mengeluarkan modal besar untuk memodifikasi kendaraan, dan kini kami tidak bisa menggunakannya lagi," kata salah satu pemilik odong-odong.
Pelarangan operasional odong-odong ini juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Banyak dari mereka yang menggantungkan hidupnya pada usaha odong-odong, dan kini terancam kehilangan mata pencaharian.
"Kami memiliki keluarga yang harus dihidupi. Jika kami tidak bisa bekerja, bagaimana kami ingin membayar hutang dan memenuhi kebutuhan keluarga?" kata pemilik odong-odong lainnya.
Para pelaku usaha odong-odong meminta pemerintah kota Singkawang untuk membuka ruang dialog dan audiensi dengan mereka. Mereka ingin menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka sebagai jasa, bukan dari instansinya.
"Kami ingin berbicara langsung dengan Walikota Singkawang dan mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. Kami siap menjalankan peraturan, tapi kami juga ingin didengar," kata salah satu pemilik odong-odong.
Rudi salah satu warga mengatakan,seharusnya pemerintah dalam memutuskan suatu hal seperti ini harus jeli dan penuh perimbangan bukan kepentingan harus ada solusi,ini keputusan pemerintah terkesan Egois,
" Kalau saya boleh bertanya kepada pemerintah kota Singkawang,sudah tegas kah kalian menjalankan aturan selama ini,jangan pilih pilih .kok tegasnya cuma sama usaha usaha kecil saja " tegas Rudi.
Rudi berharap ada solusi terbaik jangan sepihak seperti ini,dan juga berharap peran DPRD kota Singkawang khususnya tugas pengawasan nya jangan cuma diam dalam persoalan ini.
Dilema angkutan wisata odong-odong di Kota Singkawang merupakan contoh dari tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam menyeimbangkan antara keselamatan dan mata pencaharian masyarakat. Dengan dialog dan kerja sama yang baik, diharapkan dapat ditemukan solusi yang terbaik bagi semua pihak.
Jurnalis/Publis: L 4 Y

